SEMARANG — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 13 Rabiul Awal 1448 H / 24 Agustus 2026 berlangsung khidmat di Mushola As-Syifa RS Bhakti Wira Tamtama. Kegiatan ini dihadiri oleh Karumkit Letkol Ckm dr. Ridwan Mataram, Sp.B, anggota rumah sakit, serta Ibu-ibu Persit KCK Anak Ranting 2 Rumkit Tk III Bhakti Wira Tamtama Ranting 5 Kes Cab IV PD IV/Diponegoro.Dalam tausiyahnya, Ustadz Sholahuddin Harry Hendrawan mengingatkan bahwa seseorang akan diwafatkan sesuai dengan kebiasaan hidupnya. Di momen Maulid ini, rasa takut yang perlu dipupuk adalah takut jika dosa tak terampuni dan takut tidak bisa berkumpul kembali bersama keluarga di surga kelak. Rasulullah SAW diutus agar kehidupan kita menjadi lebih baik, di mana puncak cinta kepada Nabi adalah bukti cinta kepada Allah SWT. Boleh mengejar dunia, namun iman wajib dijaga dengan tetap dekat bersama orang-orang sholeh.Ustadz Sholahuddin juga menekankan 5 indikator rezeki dan kehidupan yang Halalan Thoyyiban:Rezeki yang Baik & Menenangkan: Rezeki halal yang diperoleh dari hasil keringat/usaha tangan sendiri.Qana’ah & Kesederhanaan: Semakin kaya dan bersahaja dalam bersikap, semakin kelihatan kualitas diri yang sesungguhnya.Ketaatan Berkelanjutan: Meniatkan seluruh aktivitas dari bangun hingga tidur sebagai ibadah, sehingga dijauhkan dari bencana.Merasakan Manisnya Ibadah: Nikmat memakmurkan masjid, hadir pengajian, dan shalat malam; terasa gelo (menyesal) jika meninggalkannya.Keselamatan Surga: Menjalani hidup sesuai kehendak Allah dan Nabi agar kelak tergolong sebagai penghuni surga.Tausiyah diakhiri dengan renungan pesan dan ikatan spiritual menjelang wafatnya Rasulullah SAW sebagaimana tersirat dalam QS. An-Nisa ayat 69, yakni keteladanan dan kenikmatan berkumpul bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang sholeh di akhirat kelak.

Leave a reply