

SEMARANG, 20 Mei 2026 – Guna memperkuat sistem penyelamatan pasien sebelum tiba di rumah sakit, Rumah Sakit Tentara (RST) Tk. III Bhakti Wira Tamtama Semarang menggelar seminar medis bertajuk “Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) Penanganan Kegawatdaruratan Medis Pra Hospital”. Acara ini sejalan dengan komitmen rumah sakit dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang profesional, bermoral, ramah, dan nyaman baik bagi prajurit TNI maupun masyarakat umum.
Seminar ini menghadirkan pakar obstetri dan ginekologi, dr. Sugeng Suwoto, Sp.OG, sebagai narasumber utama. Beliau menyoroti pentingnya efisiensi fase pra-hospital (penanganan di ambulans dan lapangan) guna menekan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia.
“Kecepatan evakuasi dan ketepatan diagnosis awal di tingkat pra-hospital adalah kunci utama dalam menyelamatkan dua nyawa sekaligus pada kasus kegawatdaruratan maternal,” ujar dr. Sugeng.
Waspada Risiko ‘4 Terlalu’
Dalam pemaparannya, dr. Sugeng membedah data SDKI mengenai fenomena ‘4 Terlalu’—kondisi kehamilan tidak ideal yang menjadi pemicu utama tingginya AKI dan kedaruratan persalinan:
Kehamilan Terlalu Muda (<18 tahun): Kontribusi risiko 3,0% Usia Terlalu Tua untuk Hamil (>34 tahun): Kontribusi risiko 4,7%
Jarak Kehamilan Terlalu Dekat (<2 tahun): Kontribusi risiko 5,5% Kehamilan Terlalu Banyak (>3 anak): Kontribusi risiko tertinggi 8,1%
Faktor kehamilan terlalu banyak dan jarak yang terlalu dekat dinilai paling rawan memicu komplikasi fatal seperti perdarahan hebat dan preeklampsia.
Melalui seminar ini, RST Bhakti Wira Tamtama Semarang berharap seluruh jejaring tenaga kesehatan dan tim ambulans dapat memperkuat koordinasi rujukan secara terpadu demi menghadirkan pelayanan life-saving yang cepat, aman, dan paripurna.


Leave a reply