Semarang, 19 Juni 2025 – Inspektur Operasi Inspektorat Jenderal TNI (Irops Itjen TNI), Brigjen TNI Boni Christian Pardede, S.E., meninjau langsung pelaksanaan tahap seleksi kesehatan II dalam rangka penerimaan Taruna Akademi TNI tahun 2025 di Rumah Sakit TNI-AD Tk. III Bhakti Wira Tamtama, Semarang.
Dalam kunjungan tersebut, Brigjen TNI Boni didampingi oleh Irdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Bayu Tirtiyanto, S.Sos., M.Si., M.M. serta Kepala Rumah Sakit, Letkol Ckm dr. A. Yogi K. Lesmana, Sp.M, M.H, turut memantau jalannya proses seleksi secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pengambilan sampel darah dan perekaman EKG jantung.
Seleksi kesehatan tahap II ini merupakan bagian dari tahapan penting dalam penerimaan Taruna Akademi TNI Terintegrasi oleh Panitia Seleksi Daerah (Panselinda) Jawa Tengah. Para calon Taruna yang mengikuti proses ini telah melewati seleksi sebelumnya dan kini diuji kembali kelayakan kesehatannya sebagai bagian dari standarisasi rekrutmen Mabes TNI.
Dalam kesempatan itu, Irops Itjen TNI menerima paparan dari Ketua Tim Seleksi Panselinda Jawa Tengah mengenai setiap tahapan dan mekanisme pemeriksaan kesehatan yang telah dilakukan. Brigjen TNI Boni menekankan pentingnya ketepatan dan kesesuaian proses seleksi dengan standar Mabes TNI guna menjamin hasil yang objektif dan profesional.
“Proses seleksi harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Kita ingin memastikan bahwa hanya calon terbaik dan terpilih yang akan melanjutkan ke tahap seleksi tingkat pusat di Magelang,” ujar Brigjen TNI Boni dalam keterangannya.
Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan harapan besar agar putra-putra terbaik dari seluruh daerah, termasuk Jawa Tengah dapat bersaing secara sehat dan menunjukkan potensi terbaiknya demi mengabdi kepada bangsa melalui jalur Akademi TNI.
Dengan pengawasan ketat dan prosedur yang profesional, seleksi Taruna Akademi TNI tahun ini diharapkan mampu menghasilkan calon-calon perwira muda yang tangguh, berintegritas, dan siap menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI.







Leave a reply