Angka kematian ibu dan neonatus di Indonesia masih menduduki peringkat yang cukup tinggi di Asia Tenggara, bahkan penurunannya terhitung relatif lambat. Kematian ibu sebagian besar disebabkan oleh perdarahan, infeksi, dan juga eklamsia. Maka proses persalinan hingga perawatan bayi harus dilakukan dengan sistem yang terpadu. Pelayanan obstetri dan neonatal di tingkat regional merupakan pelayanan terpadu yang disediakan dalam bentuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di rumah sakit, dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di puskesmas. Dalam perannya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), ketersediaan tenaga kerja yang kompeten dan handal serta kerjasama yang baik merupakan kunci keberhasilan PONEK dan PONED untuk saling mendukung pelayanan ibu dan bayi sebaik mungkin.
Rumah Sakit Tentara Bhakti Wira Tamtama melaksanakan pembinaan pelayanan PONED di Puskesmas Mangkang. Karumkit RST Bhakti Wira Tamtama Semarang, Letkol CKM dr. Moh. Andi Fatkhurokhman, Sp.THT-KL, M.A.R.S mengatakan bahwa RST Bhakti Wira Tamtama Semarang telah siap untuk mendukung terselenggaranya progam pemerintah dengan tujuan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang yang dalam kesempatan kali ini diwakili oleh Ibu Endah Emayanti SKM M.Si memberikan apresiasi kepada RST Bhakti Wira Tamtama Semarang yang telah bersedia dan sigap mendukung pembinaan pelayanan PONED di Puskesmas, salah satunya adalah Puskesmas Mangkang. Kepala Puskesmas Mangkang dr. Azmi Syahril Fandi mengucapkan terima kasih kepada RST Bhakti Wira Tamtama karena telah melaksanakan pembinaan pelayanan PONED di Puskesmas Mangkang, diharapkan pembinaan ini dapat mempermudah pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas.

Leave a reply