WASPADA BAHAYA PENYAKIT DI MUSIM HUJAN !


Setelah melewati fase musim kemarau dengan kekeringan yang cukup panjang selama 2019 sebagian besar wilayah di Indonesia mulai memasuki musim hujan pada Januari 2020. Namun, virus dan bakteri tak luput mengintai Anda selama musim hujan.

Berikut Penyakit yang biasa timbul saat musim hujan datang :

1. Influenza : Virus influenza menyebar melalui cairan tubuh seperti ingus ataupun air liur yang dapat ditularkan melalui mulut hidung maupun tangan yang menyentuh benda terkontaminasi

2. Diare : Penyebab diare adalah makanan yang terkontaminasi bakteri, virus atau parasite. Diare disebabkan oleh bakteri E. Coli, Salmonella, Shingella, dll

3. Demam Berdarah : Penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa nyamuk aedes aegypti dan Aedes Albopictusini sering terjadi di musim hujan saat perkembangbiakan nyamuk meningkat. Pencegahan yang bisa kita lakukan adalah menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, minum mutivitamin, makan teratur dan perbanyak minum air putih serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar



DIARE, KENALI PENYEBAB DAN MACAMNYA!


Memasuki musim hujan, diare merupakan penyakit perlu diwaspadai. Agar lebih waspada kita perlu mengetahui penyebab dan macam dari diare sendiri. Berikut ulasan mengenai diare untuk anda ketahui

Diare didefinisikan sebagai buang air besar dimana intensitas feses tidak berbentuk (unformed stools) atau cair dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Timbulnya penyakit diare dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor risiko yang paling banyak terkait dengan diare adalah faktor lingkungan, meliputi : ketersediaan sarana sanitasi dasar seperti air bersih, air minum, pemanfaatan jamban, faktor perilaku yang terdiri dari pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif dan kebiasaan mencuci tangan serta mikroorganisme seperti bakteri, virus dan protozoa dapat menyebabkan diare.

Berikut adalah mikroorganisme yang mengakibatkan terjadinya diare : 1. Virus : merupakan penyebab diare akut terbanyak pada anak (70-80%). Beberapa jenis virus penyebab diare akut antara lain Rotavirus. 2. Bakteri : E. coli, Shigella spp., Stafilococcus aureus, Bacillus cereus, Campylobacter jejuni (Helicobacter jejuni), Vibrio cholerae 01, dan V. choleare 0139, dan Salmonella (non-thypoid). 3. Protozoa : Giardia lamblia, Entamoeba histolytica. 4. Helminths : Strongyloides stercoralis, Schistosoma spp., Capilaria philippinensis, Trichuris trichuria.

Diare dapat dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan gejala klinisnya;
• Diare Cair Akut : dimana tubuh akan kehilangan cairan dalam jumlah yang besar sehingga mampu menyebabkan dehidrasi dalam waktu yang cepat.
• Disentri : ditandai dengan adanya darah dalam tinja yang disebabkan akibat kerusakan usus.
• Diare Persisten : kejadian diare dapat berlangsung ≥14 hari. Diare jenis ini sering terjadi pada anak dengan status gizi rendah, AIDS, dan anak dalam kondisi infeksi.
Setelah mengetahui penyebab dan macam diare, mari kita tingkatkan Perilaku Hidup Bebas dan Sehat (PHBS) agar terhindar diare pada musim hujan.



PENCEGAHAN DINI DEMAM BERDARAH DENGUE!


Musim hujan saat dimana perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti dan Aedes Albopictusini meningkat. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah agar tidak terjangkit demam berdarah dengue.Salah satu factor resiko adalah terdapatnya sarang nyamuk di tempat air tergenang, sehingga untuk mencegah kejadian Demam Berdarah Dengue kita budayakan gerakan 4M plus

Diare didefinisikan sebagai buang air besar dimana intensitas feses tidak berbentuk (unformed stools) atau cair dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Timbulnya penyakit diare dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor risiko yang paling banyak terkait dengan diare adalah faktor lingkungan, meliputi : ketersediaan sarana sanitasi dasar seperti air bersih, air minum, pemanfaatan jamban, faktor perilaku yang terdiri dari pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif dan kebiasaan mencuci tangan serta mikroorganisme seperti bakteri, virus dan protozoa dapat menyebabkan diare.

1. Menguras bak mandi, tempayan dan tempat penampungan air setiap minggu
2. Menutup rapat-rapat penampungan air
3. Mengubur/menyingkirkan barang bekas dan botol-botol pecah yang memungkinkan nyamuk bersarang
4. Memantau semua wadh air yang berpotensi sebagai tempat pembiakan nyamuk Aedes aegypti
5. Plus Jangan biarkan baju-baju bergantungan
Untuk mencegah populasi vector pembawa virus dengue laukan 4M plus secara rutin seminggu sekali



DEMAM TIFOID – Waspadai dan Kenali Gejalanya


Demam tifoid merupakan masalah pada Negara berkembang, terutama daerah tropic dengan sanitasi buruk. Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan hygiene dan sanitasi lingkungan seperti hygiene perorangan, hygiene penjamah makanan yang kurang baik, lingkungan yang kumuh dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Demam tifoid merupakan penyakit menular yang biasanya menyerang saluran cerna (usus halus) dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran pencernaan dengan atau tanpa gangguan kesadaran

Jenis Bakteri : Jenis bakteri yang menyebabkan penyakit tifus atau demam tifoid sebenarnya ada bermacam macam diantaranya bakteri salmonella typhi, Salmonella paratyphi A dan salmonella paratyphi B. Namun yang paling sering atau aktif menginfeksi tubuh manusia yaitu organ usus adalah bakteri salmonella typhi yang terbanyak terdapat ditinja atau kotoran manusia bahkan hewan

Gejala : Demam tifoid atau penyakit tifus baru akan muncul ketika tubuh telah terinfeksi bakteri enterica (salmonella) denagn tanda tanda umum sebagai berikut:
• Suhu tubuh meningkat hingga 40 derajat celcius yang dapat berlangsung dari petang hingga keesokan hari
• Tubuh merasa kedinginan dan menggigil hingga kehilangan nafsu makan dan kesulitan tidur
• Detak jantung semakin lambat dan diiringi dengan melemahnya stamina tubuh (kelelahan dan lemas)
• Terserang sakit kepala dibagian belakang yang berlangsung berkepanjangan dan sering muncul pada malam hari
• Otot myalgia terasa nyeri, Pegal pegal dan kaku
• Terkena konstipasi (sembelit) dan sakit perut dan kembung
• Mual mual dan muntah yang disertai mencret atau diare, Kondisi ini paling sering menyerang anak anak.
• Kulit cenderung kering, Ada ruam kemerahan dan area mulutpun ikut kering
• Menderita nyeri tenggorokan, Permukaan lidah berwarna putih seperti selaput dan bau mulut